Pertamina Tak Tahu Asal 1 Juta Liter BBM Milik Labora Sitorus
VIVAnews - PT Pertamina Kawasan VIII Maluku - Papua mengaku tidak mengetahui asal-usul 1 juta liter bahan bakar minyak milik tersangka Aiptu Labora Sitorus. BBM tersebut diduga ilegal dan sengaja ditimbun Labora, tamtama yang bertugas Polres Raja Ampat, Papua.
Pertamina mengaku, sudah tidak menyalurkan BBM kepada perusahaan yang dikendalikan Labora Sitorus sejak Maret 2012. "Oktober tahun yang sama realisasi pemutusan hubungan kerja," jelas General Manager PT Pertamina Wilayah VIII Region Maluku-Papua, Muhammad Irfan. Dia mengungkapkannya kepada para wartawan, Kamis 6 Juni 2013.
Menurut Irfan, Pertamina memutuskan suplai BBM kepada perusahaan yang dikendalikan Labora, karena kinerja perusahaan itu kurang memuaskan dan tidak mencapai target penjualan. Dan, kebijakan ini, imbuhnya, diberlakukan kepada semua mitra kerja Pertamina.
Dalam setahun, kata dia, perusahaan Labora hanya mengambil 300 kiloliter dari Pertamina. "Target agen harus mampu mengambil 300 kiloliter per bulan. Kalau tidak mencapai itu maka kami evaluasi dan memutuskan hubungan kerja," tegasnya.
Harga BBM yang disuplai Pertamina ke perusahaan Labora sesuai harga pasar, bukan subsidi.
Rekening Gendut
Sebelumnya, Labora mengaku kepada penyidik bahwa BBM miliknya itu adalah stok lama yang dibeli dari Pertamina. Namun, salah satu nahkoda kapal Rotua milik Labora mengaku, BBM diambil dari kapal di tengah laut.
Labora adalah anggota polisi yang dipantau Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memiliki transaksi hingga Rp1,5 triliun selama kurun waktu 5 tahun.
Polisi menduga, rekening gendut yang dia miliki itu hasil bisnis ilegal BBM, kayu, serta minuman keras. (ren)
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 comments:
Post a Comment