Saturday, June 8, 2013

Tolak Gabung Sipil Bersenjata, Pria di Papua Tewas Ditembak

Do you want to share?

Do you like this story?

Berita Aktual memberikan berita aktual terbaru tentang "Tolak Gabung Sipil Bersenjata, Pria di Papua Tewas Ditembak" kepada Anda. Info aktual terbaru tentang "Tolak Gabung Sipil Bersenjata, Pria di Papua Tewas Ditembak" ini merupakan berita teraktual dan terbaru yang tidak boleh Anda lewatkan. Berita nasional terbaru tentang "Tolak Gabung Sipil Bersenjata, Pria di Papua Tewas Ditembak" ini dikumpulkan dari sumber yang disebutkan di bawah berita tanah air yang disajikan.

Tolak Gabung Sipil Bersenjata, Pria di Papua Tewas Ditembak

VIVAnews - Seorang warga Kabupaten Yapen, Papua, Loudrik Ayomi, tewas ditembak kelompok sipil bersenjata, Kamis 6 Juni kemarin, sekitar pukul 15.00 WIT. Ia diduga ditembak karena tidak bersedia bergabung dengan kelompok tersebut.

Juru Bicara Polda Papua Kombes I Gede Sumerta Jaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya penembakan itu. "Seorang warga tewas karena ditembak dan lehernya digorok oleh sekelompok orang bersenjata," ucapnya.

Gede Sumerta mengatakan, penembakan itu dipicu penolakan korban untuk bergabung dengan kelompok pelaku.  "Korban menolak bergabung dengan kelompok bersenjata pimpinan Rudi Orehri yang sering mengganggu keamanan, serta melakukan pemerasan dan pemalakan terhadap sejumlah perusahaan di Yapen,"ungkapnya.

Peristiwa penembakan sekaligus penggorokan terhadap korban terjadi di Trans Saubebas KM 36 Kota Serui. Saat itu korban sedang dibonceng keponakannya dengan sepeda motor.

"Saat sedang berjalan dengan motor, korban ditembak hingga jatuh, keponakannya lantas tancap gas karena ketakutan," ucapnya.

Kemudian para pelaku penembakan menghampiri korban yang tergeletak di jalan, dan menggorok lehernya dengan parang hingga nyaris putus. "Kemudian (mereka) meninggalkan jasadnya di jalan," ujarnya.
  
Polisi masih mendalami dugaan sementara penyebab tewasnya korban. Namun menurut keterangan saksi, penyebab korban tewas berkaitan dengan kelompok bersenjata. "Mungkin ada sangkut pautnya karena korban tidak bersedia bergabung dengan kelompok itu," jelasnya.

Dari keterangan saksi, Gede menambahkan, pelaku saat mengeksekusi korban menggunakan penutup wajah dan menenteng senjata api laras panjang. Korban mengalami luka tembak di bagian punggung dan dada, serta luka di leher terkena sabetan parang. Sementara ini pelaku masih dalam pengejaran petugas polisi. (umi)

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Post a Comment

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)