Fahri dan Tifatul Beda Sikap Soal BBM, PKS Anggap Biasa
Jakarta - Wasekjen PKS Fahri Hamzah terang-terangan berani menolak kenaikan BBM. Sikap Fahri itu berbeda dengan yang ditunjukkan Tifatul Sembiring. Muncul isu PKS terbelah. Ada pertarungan antara kubu Anis Matta yang disebut sebagai patron dari Fahri dengan Tifatul. Benarkah?
"Perbedaan itu biasa," tepis Ketua DPP PKS Sohibul Iman menjawab isu perpecahan internal saat dikonfirmasi, Kamis (6/6/2013).
Sohibul menilai, di dalam partai politik biasa ada perbedaan pandangan. Dan perbedaan itu hal yang wajar. "Jadi ya nggak apa-apa," terangnya.
Sebelumnya PKS terbelah soal keputusan kenaikan harga BBM. Sebagai partai anggota koalisi, PKS menolak kenaikan harga BBM, namun menterinya di kabinet mendukung.
"Menurut arahan presiden (Anis Matta) kalau menteri berpendapat sama dengan Presiden (SBY) itu haknya karena menteri milik Presiden. Dalam konstitusi menteri itu hak presiden, dia harus loyal pada presiden," kata Wasekjen PKS Fahri Hamzah kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6).
Sedang Tifatul menegaskan, PKS bersandar pada keputusan majelis syura. Diputuskan bahwa PKS mendukung kenaikan BBM.
(ndr/fjp)
"Perbedaan itu biasa," tepis Ketua DPP PKS Sohibul Iman menjawab isu perpecahan internal saat dikonfirmasi, Kamis (6/6/2013).
Sohibul menilai, di dalam partai politik biasa ada perbedaan pandangan. Dan perbedaan itu hal yang wajar. "Jadi ya nggak apa-apa," terangnya.
Sebelumnya PKS terbelah soal keputusan kenaikan harga BBM. Sebagai partai anggota koalisi, PKS menolak kenaikan harga BBM, namun menterinya di kabinet mendukung.
"Menurut arahan presiden (Anis Matta) kalau menteri berpendapat sama dengan Presiden (SBY) itu haknya karena menteri milik Presiden. Dalam konstitusi menteri itu hak presiden, dia harus loyal pada presiden," kata Wasekjen PKS Fahri Hamzah kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6).
Sedang Tifatul menegaskan, PKS bersandar pada keputusan majelis syura. Diputuskan bahwa PKS mendukung kenaikan BBM.
(ndr/fjp)
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 comments:
Post a Comment