Kapolri Baru Harus Berani Mereformasi dan Memiliki Semangat Antikorupsi
Jakarta - Tampuk komando Polri akan berganti pada Agustus ini. Jenderal Timur Pradopo akan digantikan oleh sang kapolri baru. Sang pengganti dituntut untuk memiliki sejumlah karakter positif untuk membawa kepolisian maju ke depan.
Menurut anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Hamidah Abdurrahman, Kapolri baru setidaknya harus memiliki sejumlah karakter. Pertama, dari sisi kepangkatan harus senior dan juga pendidikannya memadai. Seorang Kapolri sebelum dicalonkan harus berpangkat bintang tiga atau Komjen.
"Kedua, dia harus memiliki akses yang luas," kata Hamidah dalam perbincangan, Kamis (6/6/2013).
Dan yang terpenting, selain dua karakter itu, kapolri baru juga harus memiliki keberanian untuk melakukan reformasi di tubuh polri. Suatu reformasi yang benar-benar dilakukan secara menyeluruh, terutama untuk persoalan yang berkaitan dengan KKN.
"Ketiga, Kapolri baru harus memiliki keberanian untuk mengubah. Selama ini slogan reformasi polri dan anti KKN tidak sampai ke tingkat bawah. Semangat antikorupsi utama," kata Hamidah.
Mengenai reformasi di tubuh Polri, Hamidah mengakui selama ini kepolisian juga masih terkendala dengan minimnya sarana dan prasarana terutama di daerah.
Sedangkan poin keempat, kata Hamidah, Kapolri baru harus memiliki sikap tegas untuk menindak anak buahnya yang terbukti bersalah. "Ketegasan itu diperlukan agar tidak ada pelanggaran yang berulang. Kami berharap Kapolri yang akan datang ini punya komitmen," kata Hamidah.
(fjp/fjp)
Menurut anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Hamidah Abdurrahman, Kapolri baru setidaknya harus memiliki sejumlah karakter. Pertama, dari sisi kepangkatan harus senior dan juga pendidikannya memadai. Seorang Kapolri sebelum dicalonkan harus berpangkat bintang tiga atau Komjen.
"Kedua, dia harus memiliki akses yang luas," kata Hamidah dalam perbincangan, Kamis (6/6/2013).
Dan yang terpenting, selain dua karakter itu, kapolri baru juga harus memiliki keberanian untuk melakukan reformasi di tubuh polri. Suatu reformasi yang benar-benar dilakukan secara menyeluruh, terutama untuk persoalan yang berkaitan dengan KKN.
"Ketiga, Kapolri baru harus memiliki keberanian untuk mengubah. Selama ini slogan reformasi polri dan anti KKN tidak sampai ke tingkat bawah. Semangat antikorupsi utama," kata Hamidah.
Mengenai reformasi di tubuh Polri, Hamidah mengakui selama ini kepolisian juga masih terkendala dengan minimnya sarana dan prasarana terutama di daerah.
Sedangkan poin keempat, kata Hamidah, Kapolri baru harus memiliki sikap tegas untuk menindak anak buahnya yang terbukti bersalah. "Ketegasan itu diperlukan agar tidak ada pelanggaran yang berulang. Kami berharap Kapolri yang akan datang ini punya komitmen," kata Hamidah.
(fjp/fjp)
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 comments:
Post a Comment