"Nyanyian Yudi Untuk Luthfi Hasan Ishaaq"
VIVAnews - Direktur PT Cipta Inti Parmindo, Yudi Setiawan, sedang mencari keadilan karena merasa menjadi korban ambisi politisi dalam memperkaya diri berbalut bendera partai.
Pengakuan Yudi yang sekarang ditahan di LP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memang sedang menjadi perhatian soal perselingkuhannya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Saat ini, Yudi dituduh sebagai pembobol Bank Jabar Banten Rp50,4 miliar. Dalam sejumlah kesempatan, Yudi bertemu dengan petinggi PKS, termasuk Luthfi Hasan Ishaaq. Ia dikenalkan dengan sejumlah petinggi PKS melalui Ahmad Fathanah.
Secara ekslusif dari balik jeruji, Yudi bercerita kepada tvOne mengenai perkenalannya dengan petinggi PKS. Dia mengakui menjadi bagian penting dari bekas presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, mengincar dana hingga Rp2 triliun untuk kepentingan pemilu 2014.
Caranya, dengan mengkonsep sejumlah program di kementerian negara yang diisi kader PKS. Salah satunya di Kementerian Pertanian.
Yudi mengenai Luthfi melalui perantara mantan karyawannya di PT Cipta Terang Abadi, Deni Adi Nigrat. Saat pertemuan itu, Luthfi masih menjabat sebagai presiden PKS. Luthfi ditemani dengan Ahmad Fathanah. Pada pertemuan itulah, Luthfi mengungkapkan bahwa PKS butuh mitra bisnis untuk mendulang dana.
"Di Kementerian Pertanian itu ada PSP, tanaman pangan, holtikultura, PHPP, karantina. Tapi saya diberikan keleluasaan untuk mengatur. Yang memperkenankan itu Pak Luthfi. Pokonya jangan sampai ada pemasalahan," katanya kepada tvOne.
Terkait semua pernyataan Yudi, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta telah membantah kalau partainya menggalang dana kampanye melalui Ahmad Fathanah dan Yudi Setiawan, tersangka pembobol Bank Jabar Banten.
Anis menilai tudingan Yudi tidak benar. Menurutnya, Ahmad Fathanah dan orang-orang yang berhubungan sudah dipanggil oleh KPK seputar hal itu.
"Intinya tudingan Yudi sama sekali tidak benar dan saya sama sekali tidak mengenalnya apalagi sampai ada aliran dana ke PKS dari dia, itu tidak benar," katanya.
Pengakuan Yudi yang sekarang ditahan di LP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memang sedang menjadi perhatian soal perselingkuhannya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Saat ini, Yudi dituduh sebagai pembobol Bank Jabar Banten Rp50,4 miliar. Dalam sejumlah kesempatan, Yudi bertemu dengan petinggi PKS, termasuk Luthfi Hasan Ishaaq. Ia dikenalkan dengan sejumlah petinggi PKS melalui Ahmad Fathanah.
Secara ekslusif dari balik jeruji, Yudi bercerita kepada tvOne mengenai perkenalannya dengan petinggi PKS. Dia mengakui menjadi bagian penting dari bekas presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, mengincar dana hingga Rp2 triliun untuk kepentingan pemilu 2014.
Caranya, dengan mengkonsep sejumlah program di kementerian negara yang diisi kader PKS. Salah satunya di Kementerian Pertanian.
Yudi mengenai Luthfi melalui perantara mantan karyawannya di PT Cipta Terang Abadi, Deni Adi Nigrat. Saat pertemuan itu, Luthfi masih menjabat sebagai presiden PKS. Luthfi ditemani dengan Ahmad Fathanah. Pada pertemuan itulah, Luthfi mengungkapkan bahwa PKS butuh mitra bisnis untuk mendulang dana.
"Di Kementerian Pertanian itu ada PSP, tanaman pangan, holtikultura, PHPP, karantina. Tapi saya diberikan keleluasaan untuk mengatur. Yang memperkenankan itu Pak Luthfi. Pokonya jangan sampai ada pemasalahan," katanya kepada tvOne.
Terkait semua pernyataan Yudi, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta telah membantah kalau partainya menggalang dana kampanye melalui Ahmad Fathanah dan Yudi Setiawan, tersangka pembobol Bank Jabar Banten.
Anis menilai tudingan Yudi tidak benar. Menurutnya, Ahmad Fathanah dan orang-orang yang berhubungan sudah dipanggil oleh KPK seputar hal itu.
"Intinya tudingan Yudi sama sekali tidak benar dan saya sama sekali tidak mengenalnya apalagi sampai ada aliran dana ke PKS dari dia, itu tidak benar," katanya.
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 comments:
Post a Comment